ZZZ keluar dengan hype gede banget. Semua orang bilang gameplay-nya cepat, stylish, dan beda dari gacha game lain. Tapi cuma ada satu pertanyaan yang bikin gua mikir: “Ntar juga bosan kan?” Gua paham banget perasaan takut invest waktu di game yang cuma hot di awal doang. Review ini bakal jawab rasa penasaran lu semua, beneran worth it buat main lama atau cuma buang-buang storage aja.

First Impression: Hype yang Nyata atau Ilusi?

Pas pertama kali boot up, ZZZ langsung kasih vibe yang beda. UI-nya sleek, karakternya penuh personality, dan New Eridu terasa hidup. Combat tutorialnya cepet abis, nggak ngebosenin. Dalam 10 jam pertama, gua masih terkesima sama animasi yang smooth dan how every character feels unique.

Tapi di sini ada red flag kecil. Story pacing-nya agak lambat, dan mission structure-nya mulai terasa repetitive. Lu bakal ngeliat pattern yang sama: terima quest, masuk Hollow, kalih monster, keluar, repeat. It’s fun at first, tapi alarm “potential burnout” udah mulai bunyi pelan-pelan.

Combat System: Speedrun Gaming di Level Dewa

Ini beneran core strength ZZZ. Combatnya fluid, responsif, dan punya depth yang surprising buat game mobile. Dodge mechanic-nya punya i-frame yang generous, dan perfect dodge trigger slow-mo effect yang satisfying banget.

Chain Attack system adalah game-changer. Lu bisa switch agent dalam hitungan detik, bikin combo yang nggak putus, dan tiap switch punya QTE yang beda-beda. Frame data-nya tight; most attacks connect dalam 12-15 frame, making it feel snappy. Agent types juga berperan penting: Attack, Defense, Support, dan Anomaly masing-masing punya role yang jelas di meta.

Yang paling gua suka adalah how the game rewards aggression. Nggak ada stamina system untuk dodge atau attack, jadi lu bisa spam combo sepuasnya. Tapi tetep ada mekanik yang force lu buat mikir, kayak Anomaly Buildup yang perlu strategy untuk maximize DPS.

Baca:  Review Solo Leveling: Arise: Gameplay Action Rpg Adaptasi Manhwa Terbaik Atau Cuma Hype?

Grind Loop: Saat Cepat Jadi Musuh

Ini bagian yang bikin gua concern. Energy system ZZZ, atau yang mereka sebut Battery Charge, punya cap 180. Regenerasi-nya 1 point per 6 menit, which means butuh 18 jam buat full recharge dari nol. Daily commission-nya selesai dalam 15 menit, literally.

Endgame loop-nya cuma farming materials di same stages berulang-ulang. Level design-nya nggak berubah, cuma enemy placement doang yang random sedikit. After 3 weeks, gua bisa jalani stage ini dengan mata tertutup. The speedrun nature yang awalnya fun jadi boomerang; karena stage pendek, lu bakal nge-run ratusan kali and it gets old fast.

Data nyata: Gua track playing time, dan 70% dihabiskan untuk repeat stage yang sama. Bandingin sama Genshin yang punya open world exploration, ZZZ feels claustrophobic.

Character Gacha: Blessing atau Curse?

Rate-up character punya 0.6% drop rate, dengan hard pity di 90 pulls. Soft pity mulai dari 75. Standard banner punya 50-50 system yang familiar buat veteran gacha. Gua personally dapat S-Rank di pull ke-82, which is exactly average.

What makes ZZZ “generous” buat F2P adalah mereka kasih banyak free pulls early game. Gua kumpulin 20.000 Polychrome (premium currency) dalam 2 minggu pertama tanpa top-up. That’s enough for roughly 125 pulls. Tapi here’s the catch: weapon banner terpisah, dan signature weapon itu massive power spike.

Agent duplication system (dupe) nggak terlalu crucial. Core skill upgrade dari dupe cuma nambah 10-15% effectiveness, jadi F2P nggak perlu stress chasing C6. Bandingin sama game lain yang dupe-nya game-breaking, ini refreshing.

Monotony Factor: Kapan Bosan Menyerang?

After 40 jam, gua hit plateau. Semua agent udah level 60+, gear-nya decent, dan gua bisa auto-battle most content. The lack of challenging endgame content is real. Saat ini cuma ada 3 endgame modes: Shiyu Defense (tower defense-like), Hollow Zero (roguelite), dan weekly bosses.

Baca:  Ragnarok Origin Vs Ragnarok X: Mana Mmorpg Yang Lebih F2P Friendly (Ramah Pemain Gratisan)?

Hollow Zero yang seharusnya jadi saving grace malah repetitive. Random event-nya terbatas, dan after beberapa runs, lu udah liat semua possibilities. Shiyu Defense punya difficulty spike yang artificial; enemy HP gede banget instead of mechanic yang lebih complex.

Content drought-nya terasa. Update patch-nya 6-weekly cycle, tapi new story content-nya cuma 3-4 jam. Sisanya? Grinding materials yang sama lagi. For a game that emphasizes speed, they sure love making you repeat things slowly.

Verdict: Worth It atau Skip?

ZZZ adalah game yang paradoxical. Combat system-nya masterpiece untuk mobile standards, tapi everything surrounding it feels undercooked. It’s like having a Ferrari tapi cuma bisa ngebut di jalan tol yang pendek terus bolak-balik.

Bottom line: Mainin ZZZ kalo lu suka action combat yang solid dan nggak masalah grind repetitive. Tapi kalo lu cari game dengan depth konten dan exploration yang luas, skip dulu sampai mereka add more substantial endgame.

Buat F2P players, ini salah satu game yang paling fair di kelasnya. Tapi buat hardcore grinder, lu bakal ngerasa “that’s it?” terlalu cepat. Gua personally masih login daily, tapi playtime-nya turun drastis dari 4 jam jadi 20 menit per hari.

Tips untuk Pemula

Ngaku-ngaku expert, ini tips supaya lu nggak buang resource sia-sia:

  • Focus on 1 team dulu. Jangan spread resource ke banyak agent. Max out 3 agent yang sinergi (contoh: Attack + Support + Anomaly).
  • Prioritaskan gear main stat. Sub stat-nya nggak terlalu impact di early game. Cari gear dengan ATK% atau crit main stat.
  • Jangan pull weapon banner kecuali lu whale. F2P weapon dari craft cukup kuat, difference-nya cuma 15-20% DPS.
  • Simpan Polychrome untuk limited S-Rank. Standard banner agent-nya nggak meta-defining. Wait for power creep.
  • Join Discord community. Meta shift-nya cepet, dan theorycrafter di sana rajin banget share optimal build.

Game ini punya foundation yang kokoh, tapi butuh expansion cepat. MiHoYo punya track record bagus buat update Genshin, jadi gua masih optimistic. For now, treat ZZZ sebagai side game, not your main obsession.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Undawn Garena Review: Survival Zombie Seru Atau Terlalu Berat Di Memori Hp?

Zombie survival di mobile udah jadi genre yang oversaturated banget. Tiap tahun…

Review Solo Leveling: Arise: Gameplay Action Rpg Adaptasi Manhwa Terbaik Atau Cuma Hype?

Bro, kalau lo ngikutin manhwa Solo Leveling pasti udah nungguin game ini…

Diablo Immortal Review Jujur: Seberapa Parah Sistem Microtransaction-Nya Sekarang?

Diablo Immortal resmi rilis tahun lalu dan langsung jadi sasaran empuk komunitas…

Black Desert Mobile Di 2025: Apakah Masih Worth It Dimainkan Atau Sudah “Dead Game”?

Bro, pernah denger kabar jelek soal Black Desert Mobile? “Wah, game itu…