Bro, coba bayangin: lu lagi main Genshin, udah AR 60, build karakter perfect, tapi tiap hari cuma ngulang-ngulang combo yang sama. Skill? Spam. Burst? Spam. Musuh mati sebelum lu bisa bilang “Vaporize”. Nah, Wuthering Waves datang ngasih tantangan yang beda. Combat system-nya beneran interactive, bukan cuma damage per screenshot contest. Tapi apakah lebih bagus? Let’s break it down.
Combat System: Depth vs Simplicity
Di Genshin, lu paham konsepnya: swap, skill, burst, repeat. Enak, tapi setelah 3 tahun, semua terasa automated. Wuthering Waves (WW) masuk dengan mekanik parry dan perfect dodge yang punya frame data sendiri. Window parry-nya cuma sekitar 0,5 detik sebelum hit connect. Miss? Lu kena damage penuh plus stagger.
Konsep Intro Skill dan Outro Skill bikin rotasi nggak cuma soal DPS tertinggi. Misal, Verina keluar, kasih heal 30% HP plus ATK buff, terus lu switch ke DPS main. Timing-nya harus pas. Beda sama Genshin di lu bisa swap seenaknya tanpa penalty.

Resonance Chain: Lebih Dari Sekedar Constellation
Di Genshin, C6 kadang bikin karakter jadi monster tapi nggubah playstyle. Di WW, Resonance Chain (mirip constellation) seringkasi nambah mekanik baru. Contoh: Calcharo di R1 cuma electro DPS biasa. Tapi di R3, dia dapet Forte Circuit yang nambah 400% damage multiplier kalo lu perfect parry 3x berturut-turut. Ini beneran ngerubah cara lu mainin dia.
Visual & Audio Feedback: Weight vs Floaty
Attack di WW punya weight. Kalo lu pake claymore user di Genshin, perasaan “thunk”nya ada tapi nggak se-tangible WW. Setiap hit di WW punya hitstop mikro sekitar 0,1 detik di impact, bikin lu beneran feel koneksi serangannya. Suara parry yang “CLANG!” juga beda level. Kearuan voice line karakter pas perfect dodge itu satisfying banget, especially kalo lu main Rover (main character).
Genshin lebih floaty dan cepat. Animasi smooth tapi kadang terlalu flashy sampe lu nggak lihat apa yang terjadi. WW lebih grounded, literal dan figuratif.
Build System: RNG Hell 2.0?
Kita semua benci artifact farming di Genshin. 4 set, 5 slot, substat RNG, resin gate. WW punya Echo system yang mirip tapi lebih convoluted.
- Drop Rate: Gold Echo (5-star) drop rate sekitar 5% per boss. Boss cost 60 Waveplate (resin equivalent).
- Substat: Echo punya 5 substat slot, tapi lu juga harus roll COST (1-4) yang nentuin skill loadout lu. Cost total maks 12.
- Weapon Tuning: Senjata 5-star bisa di-tune sampe 5 level, tiap level butuh 6 dupes total. Ini gacha dalam gacha.
Di Genshin, lu bisa survive dengan artifact “cukup bagus”. Di WW, suboptimal build = lu nggak bisa parry boss one-shot mechanic. Skill issue? Yes. Tapi juga build issue.
Exploration: Freedom vs Content Density
WW kasih lu grappling hook dan wall dash dari awal. Mobilitasnya gila. Lu bisa traverse map dalam 2 menit yang di Genshin mungkin butuh 5 menit naik kuda. Tapi…
Map WW lebih spacious tapi lebih empty. Chest density sekitar 1 per 100 meter vs Genshin 1 per 50 meter. Puzzle-nya juga kurang variatif. Banyak copy-paste “light beam puzzle” yang repetitive.

Gacha & Monetization: Siapa Lebih Generous?
Mari kita lihat data cold hard:
| Fitur | Wuthering Waves | Genshin Impact |
|---|---|---|
| Rate Up Character | 0,8% | 0,6% |
| Hard Pity | 80 pulls | 90 pulls |
| 50/50 Weapon Banner | Yes (75%) | No (epitomized path) |
| Free Currency/ Patch | ~12.000 Asterite | ~11.000 Primogem |
| Beginner Bonus | 20 free pulls + selector 4-star | 20 free pulls |
WW looks lebih generous, tapi ingat: weapon tuning system butuh dupes. Jadi meskipun rate lebih tinggi, cost to max karakter bisa lebih mahal.
Endgame: Skill Check vs Gear Check
Spiral Abyss Genshin adalah DPS check. Kalo lu punya build cukup, lu clear. WW punya Tower of Adversity dan Tactical Hologram yang punya mekanik one-shot unavoidable kalo lu nggak parry.
Floor 25 Tower of Adversity punya boss dengan 3-phase fight, tiap phase punya attack pattern yang harus dihafal. Ini lebih mirip souls-like encounter. Reward-nya? 600 Asterite per week, which is nice.
Bottom line: Wuthering Waves endgame rewards player skill, not just whaling. Tapi itu berarti casual player bisa frustasi.
Performance & Mobile Experience
Ini bagian yang bikin gw tilt. WW lebih berat dari Genshin. Di iPhone 15 Pro, 30 menit gameplay di setting 60fps High bikin battery drop 20% dan termperature naik ke 42°C. Genshin? 15% battery, 38°C.
Loading time di WW juga lebih lama, sekitar 15-20 detik teleport vs Genshin 8-10 detik. Optimization masih kurang.
Final Verdict: Apakah Lebih Bagus?
Jawabannya: Depends on what you’re looking for.
- Lu suka challenge mekanik? WW jauh lebih bagus. Parry system-nya deep, satisfying, dan beneran ngerubah cara lu approach fight.
- Lu casual player yang mau relax? Genshin masih king. Comfort-nya nggak ada tanding. Nggak perlu stress timing frame.
- Lu min lore & exploration? Genshin masih unggul dengan density content dan world building-nya yang 3 tahun matang.
- Lu min meta & build crafting? WW punya lebih banyak layer, tapi juga lebih punishing kalo build salah.
WW punya foundation yang solid untuk jadi game combat-focused yang serius. Tapi konten non-combatnya masih lacking. Genshin punya balance yang udah terbukti.
So, bukan soal “lebih bagus”. Ini soal preferensi. WW untuk combo masochist yang suka git gud. Genshin untuk waifu collector yang suka chill. Gw pribadi? Main dua-duanya. WW buat adrenaline rush, Genshin buat daily comfort.
WW is a combat sim with open world skin. Genshin is an open world RPG with combat mini-game. Choose your poison.




