Lo pernah nggak sih, download game Ragnarok mobile baru cuma buat nostalgia, tapi malah bengong lihat harga item di cash shop? Gw pernah. Jujur, sebagai gamer gratisan sejati, milih antara Ragnarok Origin dan Ragnarok X: Next Generation itu kayak milih sambal matah atau sambal terasi. Dua-duanya enak, tapi yang satu lebih “ngena” buat lidah tertentu. Nah, kali ini gw bakal break down mana yang beneran F2P-friendly buat lo yang males ngeluarin duit tapi tetep mau jadi pro.

Vibe Pertama Kali Login: Classic vs Modern

Masuk ke Ragnarok Origin, lo bakal langsung disambut vibe klasik 2002-an. Grafis 3D tapi masih ada aura “kotak-kotak” yang familiar. Bagi yang pernah main RO PC, ini kayak ketemu mantan tapi udah operasi plastik sedikit. Masih cantik, masih familiar.

Sebaliknya, Ragnarok X itu lebih ke arah modern anime-MMORPG. Karakternya lebih chibi, warna-warni, dan UI-nya rame banget. Banyak ikon-ikon event yang flashing, notifikasi sana-sini. Kayak masuk mall pada hari gajian.

Pilihan jadi F2P di sini udah muncul: Origin lebih “tenang” dalam nawarin microtransaction, sementara X lebih agresif dengan pop-up dan flash sale-nya. Buat lo yang gampang tergoda, mending jauh-jauh dari X kalo daya tahan dompet lo tipis.

Grinding & Leveling: Siapa yang Lebih Ngebut?

Sistem leveling di Ragnarok Origin cukup linear. Quest utama lo cukup sampe base level 70-an, abis itu lo harus muter ke daily quests, board quests, dan grinding di field. Stamina system di sini lumayan strict: 300 menit per hari buat dapetin drop maksimal. Abis itu, lo masih bisa grind tapi drop rate anjlok drastis.

Di Ragnarok X, ada AFK grinding yang lebih dikuasain. Lo bisa ngerjain quest sambil auto-pathfinding, auto-combat, bahkan auto-potion. Praktis sih, tapi bikin ngantuk. Leveling pace di X lebih cepat di early game, tapi wall-nya lebih terasa di mid-game (sekitar level 60-70). Butuh gear spesifik buat lanjut, dan itu…

Drop Rate & Zeny Farming

Ini penting banget buat F2P. Di Origin, zeny farming masih bisa diandalkan dari material drop di field. Jualan Flame Heart, Rough Oridecon, atau material craft masih profitable. Marketboard-nya lebih stabil karena control dari developer lumayan ketat.

Baca:  Undawn Garena Review: Survival Zombie Seru Atau Terlalu Berat Di Memori Hp?

Ragnarok X punya sistem trading yang lebih terbatas. Banyak item bind-on-pickup, dan zeny farming lebih bergantung ke daily activity dan event. Jualan material? Bisa, tapi harganya volatile banget. Suatu hari Soft Feather harganya 5.000 zeny, dua hari lagi bisa turun jadi 500.

F2P di Origin masih bisa “kerja” jadi farmer. Di X, lo lebih seperti “pengikut event” demi survive.

Gacha & Monetization: Jurang antara F2P dan Whale

Ini bagian yang paling krusial. Ragnarok Origin punya Gacha untuk kartu, mount, dan costume. Rate-nya? 0.5% untuk SSR Card. Standard lah. Tapi yang bikin F2P-friendly: mereka kasih gacha ticket cukup banyak via event login, achievement, dan daily.

Lo bisa kumpulin 10-20 ticket per bulan tanpa ngeluarin zeny. Belum lagi pity system di 100 pull. Artinya, maksimal 100 kali pull lo dijamin dapet SSR. Buat F2P yang sabar, ini mendingan.

Ragnarok X punya gacha yang lebih dalam: Pet Gacha, Fashion Gacha, Mount Gacha, dan Godly Weapon Gacha. Rate SSR-nya lebih tinggi (1-2%), tapi jumlah ticket gratis yang diberikan lebih sedikit. Mereka lebih agresif jualan discounted gem package dengan pop-up tiap 5 menit.

Power Spike dari Gacha

Di Origin, kartu SSR memang bikin damage lo naik 20-30%, tapi tidak game-breaking. F2P yang grind optimal masih bisa ngejar 70-80% efektivitas whale di PvE. Bedanya di PvP ya lebih kentara.

Di X, Godly Weapon dan SSR Pet bisa bikin damage lo naik 50-100% bahkan lebih. Tanpa itu, lo bakal stuck di PvP dan high-level PvE. Ini paywall yang nyata. F2P bisa sekadar “ikut-ikutan”, tapi untuk kompetitif? Mustahil.

Endgame Content: PvP, GvG, & Raid

Endgame di Origin fokus ke Guild vs Guild (GvG), MVP Hunting, dan Oracle Dungeon. F2P yang udah capai level 80+ dengan gear standard masih bisa berguna di GvG sebagai support atau crowd control. Role priest, bard, atau tank masih dicari meski gear pas-pasan.

Ragnarok X punya PvP ladder yang lebih kompetitif dengan reward besar. Sayangnya, meta-nya sangat bergantung ke gacha weapon dan pet. F2P yang mau naik rank? Siap-siap jadi “bahan bakar” buat whale di rank bawah. GvG-nya juga lebih gear-check ketimbang strategi.

Kalau lo F2P yang suka PvP kompetitif, Origin lebih fair. Di X, lo bakal sering nge-tilang “unfair matchmaking” yang sebenernya bukan bug, tapi memang design.

Economy & Trading: Free Market vs Controlled Market

Ragnarok Origin punya free market yang hampir mirip RO PC. Lo bisa jual apa aja ke player lain via Exchange, dengan harga yang lo tentuin (within range). Ini banget buat F2P yang jago jualan. Flipping item, nge-snipe underpriced material, semua bisa.

Baca:  Black Desert Mobile Di 2025: Apakah Masih Worth It Dimainkan Atau Sudah "Dead Game"?

Ragnarok X punya trading system yang lebih terbatas. Banyak item premium yang bind. Jualan material pun ada limit harga harian. Ini sih buat ngejaga inflasi dan mencegah bot, tapi sekaligus nge-limit profit F2P.

Daily Routine: Berapa Lama Musti Online?

Untuk optimal sebagai F2P, Origin butuh 1-2 jam per hari. Cukup selesaikan board quest, daily MVP, dan abis stamina grinding. Sisanya bisa AFK.

X butuh 2-3 jam karena event-nya lebih banyak. Ada daily sign-in, event mini-game, guild quest, friendship quest, dan macem-macem. Kalo ketinggalan event, lo ketinggalan banyak resource.

Community & Population: Mana yang Lebih Hidup?

Populasi Ragnarok X lebih besar di Indonesia karena marketing-nya gila-gilaan. Guild recruitment gampang, party finder cepat. Tapi komunitasnya lebih casual dan banyak whale.

Ragnarok Origin punya komunitas lebih kecil tapi lebih tight-knit. F2P help each other lebih sering. Sering ada veteran yang nge-share build guide di Discord resmi.

Verdict: Mana yang Lebih F2P Friendly?

Gw bakal jujur. Keduanya punya monetization yang agresif, tapi Ragnarok Origin menang di sisi fairness dan grindability. Lo masih bisa merasakan jadi “pro” tanpa ngeluarin duit, meski butuh waktu lebih lama.

Ragnarok X lebih ke arah “pay-to-progress-faster” yang di endgame jadi “pay-to-win”. F2P bisa survive, tapi pengalaman kompetitifnya terbatas.

Table Perbandingan F2P Aspect

FiturRagnarok OriginRagnarok X
Stamina System300 menit, drop rate turun drastis setelahnyaAFK unlimited, tapi exp/drop rate normal
Gacha Free Ticket/Bulan15-20 ticket (via event & achievement)5-10 ticket (mostly login reward)
Power Spike Gacha20-30% damage increase (manageable)50-100%+ damage increase (significant)
Trading SystemFree market, harga player-drivenControlled, banyak bind item
Daily Time Commitment1-2 jam untuk optimal2-3 jam karena banyak event
PvP FairnessF2P bisa kompetitif dengan build rightWhale dominated, gear > skill
Zeny FarmingMaterial grinding masih profitableTergantung event, volatile
Community Size (ID)Medium, tight-knitLarge, casual & whale-heavy

Kesimpulan: Pilih Sesuai Gaya Lo

Kalau lo F2P hardcore yang suka grinding, trading, dan kompetisi fair, Ragnarok Origin adalah jawabannya. Lo bakal punya journey yang rewarding meski lambat.

Kalau lo F2P casual yang cuma mau main story, lihat grafis imut, dan gak ambil pusing ranking, Ragnarok X masih bisa dinikmati. Tapi siap-siap minder lihat whale one-shot MVP.

Gw pribadi? Gw milih Origin. Kenapa? Karena gw masih bisa jadi merchant kaya raya di situ. Di X, gw cuma jadi background character buat konten whale.

Pilihan ada di tangan lo. Yang penting, main game itu buat senang, buat bikin stres lihat orang lain flex. Pilih yang bikin lo nyaman, bukan yang bikin dompet lo nangis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Wuthering Waves: Apakah Combat System-Nya Lebih Bagus Dari Genshin Impact?

Bro, coba bayangin: lu lagi main Genshin, udah AR 60, build karakter…

Zenless Zone Zero (Zzz) Review: Gameplay Cepat, Tapi Apakah Membosankan Untuk Jangka Panjang?

ZZZ keluar dengan hype gede banget. Semua orang bilang gameplay-nya cepat, stylish,…

Black Desert Mobile Di 2025: Apakah Masih Worth It Dimainkan Atau Sudah “Dead Game”?

Bro, pernah denger kabar jelek soal Black Desert Mobile? “Wah, game itu…

Honkai: Star Rail Update Terbaru: Review Karakter Baru Dan Tingkat Kesulitan Simulated Universe

Jadi, update terbaru Honkai: Star Rail udah datang, dan hype-nya masih nggak…