Pernah nggak sih, lu lagi asik mau push rank di PUBG Mobile tapi temen squad malah ngajak main COD Mobile? Terus lu bingung, “Gue harus fokes ke mana nih?” Tenang, lu nggak sendirian. Gue pernah di posisi itu dan akhirnya mutusin untuk deep dive ke kedua game ini biar bisa kasih lu insight yang bener-bener dari pengalaman main.

Grafis: BATTLE OF THE ENGINES

Kalau ngomongin grafis, kita harus bedain dulu antara visual fidelity sama art direction. PUBG Mobile pakai Unreal Engine 4 yang di-tweak buat mobile, sementara COD Mobile juga UE4 tapi dengan approach yang beda banget.

Visual Fidelity dan Art Direction

PUBG itu cenderung gritty dan realistis. Tekstur bangunan, vegetasi, sampe lighting-nya semua designed buat kasih nuansa battle royale yang harsh. Rumput di PUBG? Bisa jadi spot camping perfect karena density-nya tinggi. Lighting-nya juga dinamis, terutama di map Erangel 2.0 atau Miramar yang punya time-of-day variation.

COD Mobile? Jauh lebih arcade-sharp. Warna-warni vibrant, contrast tinggi, dan lighting yang cinematic. Operator-nya keliatan kayak action figure dengan detail yang overly polished. Map-mapnya seperti di-shoot buat film Michael Bay, penuh explosion dan efek lens flare.

Optimasi: Siapa yang Lebih Ramah ke Mid-Range Phone?

Ini penting banget buat yang masih pakai Snapdragon 7xx series. PUBG Mobile di setting Smooth + Extreme (60 FPS) di mid-range phone biasanya stabil di 55-60 FPS tapi dengan frame drops signifikan di area crowded. File size-nya juga bengkak, sekarang hampir 7 GB dengan semua map.

Baca:  Kelemahan Efootball 2025 Mobile Yang Jarang Dibahas (Review Script Dan Server)

COD Mobile justru lebih scalable. Di device yang sama, lu bisa cap High + Max FPS dengan lebih stabil. File size total sekitar 5-6 GB, lebih manageable. Tapi inget, COD punya weapon skin yang makin fancy makin bikin frame rate nggak stabil di team fight.

Mekanisme Shooting: FEEL THE DIFFERENCE

Ini yang paling krusial. Shooting di dua game ini beda kayak bumi sama langit, dan ini yang bakal nentuin lu lebih cocok yang mana.

Recoil, Bullet Physics, dan TTK

PUBG Mobile punya bullet physics yang proper. Ada bullet drop, travel time, dan weapon sway yang bener-bener terasa. Recoil pattern-nya juga consistent dan bisa dipelajari. TTK (Time to Kill)-nya lebih panjang karena armor system yang complex. Headshot dengan M24 dari 300 meter? Perlu hitung bullet drop dan lead time. Ini yang bikin PUBG terasa lebih methodical.

COD Mobile? Mostly hitscan untuk jarak dekat sampai medium. Recoil-nya ada tapi lebih manageable dan random spread-nya lebih forgiving. TTK-nya super cepat, bisa 200-300ms untuk meta SMG seperti Fennec atau MAC-10. Headshot multiplier-nya juga gila, sering kali one-burst kill. Ini bikin gunplay-nya snappy dan arcadey.

ADS, Movement, dan Gunplay Responsiveness

ADS (Aim Down Sight) di COD Mobile lebih cepat, terutama dengan perk Quickdraw atau attachment tertentu. Movement-nya juga fluid dengan slide-cancel dan dolphin dive yang jadi meta. Shooting sambil slide punya accuracy penalty tapi tetap viable.

PUBG? ADS-nya lebih lambat dan punya penalty yang jelas. Movement speed berkurang signifikan saat ADS. Shooting while moving? Accuracy-nya jatuh drastis. Ini memaksa pemain untuk positioning lebih hati-hati daripada rely on movement mechanics.

Baca:  Honor Of Kings Vs Mobile Legends: Mana Gameplay Yang Lebih Kompetitif Dan Fair?

Realisme: Mana yang Lebih “Sim”?

Kalau lu cari military sim-lite, PUBG Mobile jelas menang. Semua mekanik dari looting, inventory management, ballistics, sampe zone mechanics designed untuk realisme. Healing pakai medkit butuh 8 detik tanpa gerakan. Gas mask ada durability. Bahkan red zone bisa kill lu kalo lagi apes.

COD Mobile itu arcade shooter murni. Realisme-nya cuma di visual dan sound design. Healing auto, loadout drop system, dan perk system seperti Dead Silence atau Ghost bikin ini lebih ke e-sport arena shooter daripada survival sim.

Tabel Perbandingan Keras

FiturPUBG MobileCOD Mobile
EngineUnreal Engine 4 (Realistic)Unreal Engine 4 (Arcade)
File Size~7 GB (Full)~5.5 GB (Full)
Bullet PhysicsFull (Drop & Travel Time)Hitscan (Mostly)
TTK400-600ms (Avg)200-300ms (Avg)
ADS Time250-400ms150-250ms
Ranked ModeClassic BR & TDMMP Ranked & BR
Weapon Customization5 Attachment slots5 Attachment + Perks
Optimal FPS (Mid-Range)Smooth + Extreme (60 FPS)High + Max (60 FPS)

Pengalaman Real: Dari Ranked hingga Casual

Di ranked PUBG Mobile, game sense dan positioning jauh lebih penting dari mechanical skill. Gue pernah menang chicken dinner cuma dengan 2 kill karena play safe di edge zone. Meta-nya lebih ke survival daripada slaying.

COD Mobile ranked? Ini sweat fest. Semua orang pakai meta SMG atau sniper quickscope. Reaction time dan center-ing skill jadi segalanya. K/D ratio lu bakal lebih dipandang daripada win rate. Casual mode-nya juga chaotic dengan scorestreaks dan operator skills yang broken.

Komunitas PUBG lebih “mature” dalam artian komunikasi strategi. COD Mobile lebih toxic dengan voice chat yang penuh “bro, lu bot” atau “stream snipe!”.

Pilihan akhirnya balik ke lu: mau jadi tactical survivor atau aggressive slayer? PUBG Mobile untuk yang suka planning dan realistic gunplay. COD Mobile buat yang mindless fun dan fast-paced action. Gue personally split time 60% PUBG, 40% COD tergantung mood. Kadang gue mlu grind rank PUBG, kadang juga mlu pubstomp di COD buat release stress.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Alasan Saya Berhenti Main Clash Royale: Masalah Evolusi Kartu Dan Pay To Win

Bro, inget nggak dulu kita bisa menang di Clash Royale cuma dengan…

Kelemahan Efootball 2025 Mobile Yang Jarang Dibahas (Review Script Dan Server)

Bro, pernah nggak sih lu lagi asyik-asyiknya dominate pertandingan di eFootball 2025…

Pokemon Unite Review: Moba Paling Santai Atau Justru Frustasi Karena Teman Satu Tim?

Pernah ngerasain pengen main MOBA tapi males ngadepin chat toxic dan match…

Review Football Manager 2025 Mobile: Fitur Baru Dan Perbedaan Dengan Versi Pc

Bayangin lo lagi di angkot, bosan setengah mati, terus pengen ngecek transfer…