Pernah ngerasain pengen main MOBA tapi males ngadepin chat toxic dan match yang lama? Pokemon UNITE datang bilang, “Gausah khawatir, bro, tenang aja, cuma 10 menit.” Tapi setelah 200 jam grind, aku malah nanya: ini beneran santai atau cuma pemanis buat frustrasi yang lebih kejam?
Kesan Pertama: “Santai” atau Cuma Kesan?
Pertama kali download, yang langsung ngena itu kontrolnya. Smooth banget. Skill shot-nya responsif, auto-attacknya nggak nyangkut. Tiap Pokemon punya feel unik, dari Gengar yang burst sampai Snorlax yang gaya blokirnya bikin tenang.
Tapi yang paling bikin seneng? Matchmaking-nya cepat. Rata-rata 30 detik udah masuk. Map-nya cuma satu (Remoat Stadium), jadi nggak pusing harus ingat lane mana yang apa. Core gameplay-nya sederhana: farm wild Pokemon, score points, and win. Terdengar amat sederhana, kan?
Ilusi “Casual” yang Terbongkar
Nah, masalahnya muncul pas ranked mode. Di rank Expert ke bawah, memang santai. Tapi pas naik ke Ultra dan Master, meta jadi sangat keras. Pick salah satu Pokemon, composition tim yang nggak balance, atau satu orang AFK, langsung deh rasanya mau nge-throw hp.
Game ini nggak punya sistem draft pick kayak Mobile Legends. Jadi bisa aja timmu lock 5 attacker tanpa tank. Dan itu terjadi 80% di rank tinggi. Santai? Bukan lagi.
Gameplay Loop yang Cepat tapi Dalam
Format 5v5 dengan durasi 10 menit ini sebenarnya genius. Cocok banget buat mobile. Nggak perlu commit 30 menit kayak MLBB atau Wild Rift. Tapi dalam 10 menit itu, setiap detik berharga.
Sistem scoring-nya unik. Bukan cuma push turret, tapi harus deposit point ke goal zone. Ini bikin comeback selalu mungkin. Pernah kalah 200 point di menit 8, terus balik menang di last second. Rasanya epic banget.
Rotasi dan Objective yang Ketat
Objective seperti Rotom, Drednaw, dan Zapdos jadi game-changer. Drednaw kasih shield ke semua tim, Rotom buka lane, Zapdos? Zapdos adalah raja frustrasi. Satu team fight kalah di menit 9:50 bisa bikin kalah telak 300-0. Ini yang bikin ranked mode keras.
Timing spawn objective harus dihafal. Rotom spawns at 7:00, Drednaw at 7:00, Zapdos at 2:00. Missing satu rotation bisa fatal.
Masalah Sebenarnya: Timmu, Bukan Gamenya
Ini dia core problem Pokemon UNITE. Gameplaynya solid, balance (mostly) oke, tapi satu orang tolol bisa ruin 9 menit grind. Dan sayangnya, sistem reportnya lemah banget.
Pernah ketemu player yang:
- Farm di jungle terus tanpa gank
- Nge-push solo tanpa liat minimap
- AFK di base sejak menit 3
- Spam surrender padahal masih bisa dikejar
- Pick Pikachu terus jadi feed machine
Sistem matchmaking-nya nggak ada role queue. Jadi ya, roll the dice tiap match. Di rank Master, malah lebih parah. Banyak boosted player yang mechanical skillnya nggak sesuai rank.
Warning: Jika kamu solo player, siap-siap jadi korban sistem. 40% winrate di rank tinggi itu normal kalau luck tim jelek.
Voice Chat yang Terbatas
Ada voice chat, tapi jarang dipakai. Ping systemnya cuma dasar: “Gather here”, “Check it out”, “Retreat”. Nggak ada “Let’s farm first” atau “Don’t fight without me”. Komunikasi terbatas = koordinasi minim = frustrasi maksimal.

Pay-to-Win vs Skill-to-Win: Realita Item Held
Sejak launch, Pokemon UNITE dituduh P2W karena Held Item bisa di-upgrade. Dan yes, itu bener. Item seperti Muscle Band, Focus Band, dan Buddy Barrier sangat krusial.
Untuk upgrade satu item dari level 1 ke 30 butuh:
- Total 2,587 Item Enhancers
- Atau 26,470 Aeos Tickets
- Grind f2p: sekitar 2-3 minggu per item
- Pay: ~$20 per item
Selisih level item 20 vs 30 itu signifikan di ranked tinggi. 10% extra attack speed, 15% extra HP, itu beda kill atau di-kill. Tapi, mechanical skill masih nomor satu. Pro player bisa reach Master dengan item level 20-asal.
Balance Pokemon: Flavor of the Month
Tiap patch selalu ada Pokemon yang broken. Pernah Zacian yang release day winrate 60%+. Terus nerfed. Terus Dragonite OP. Terus nerfed. Cycle ini terus berulang.
Dev timenya responsive, tapi kadang lambat. Dua minggu meta toxic itu dua minggu penderitaan.
Grind Jangka Panjang: Apakah Worth It?
Setelah 3 season, aku punya 3 Pokemon di tier S, 8 item level 30, dan rank Master 1600 points. Total jam: 250 jam. Total spend: $15 (battle pass only).
Grind-nya rewarding kalau punya squad. Solo? Hit or miss. Battle pass-nya worth it, kasih banyak skin dan item enhancer. Event-eventnya cukup generous, tiap minggu bisa dapet 1-2 item enhancer box.
Yang bikin betah: quick match-nya. Bisa coba Pokemon random tanpa pressure. Mode lain seperti Quick Battle (4v4) dan Mer Stadium (quick 5v5) juga variatif.
Ranked System yang Ambiguous
Ranked poin systemnya nggak transparan. Win +8 poin, lose -12 poin. Performance nggak terlalu dihargai. MVP kalah tetap aja -12. Ini bikin grind jadi lebih lama dan frustasi.
Season reset tiap 3 bulan, tapi cuma drop 2 rank. Jadi nggak terlalu brutal.
Kesimpulan: Untuk Siapa Game Ini?
Main barem squad 5 orang? Download sekarang. Seru banget, koordinasi tim, strategi macro, semua terasa. Voice chat Discord + sync play = win streak.
Solo player yang competitive? Think twice. 60% pengalamanmu akan ditentukan luck tim. Siap-siap jadi “hardstuck” di rank Ultra.
Casual player yang cuma mau main 1-2 match sehari? Perfect. Quick match, no pressure, just fun. Grafisnya cute, kontrolnya enak, dan Pokemon nostalgia-nya kuat.
Final verdict: Pokemon UNITE itu game yang solid tapi sabotase sistemnya sendiri. Tim dev fokus bikin game cepat dan fun, tapi lupa kasih tools buat player competitive. Kalau mereka tambah role queue dan better report system, bisa jadi MOBA mobile top 3.
Skor akhir dari aku: 7.5/10. Satu poin dikurangin karena matchmaking, setengah poin karena P2W item. Sisanya? Pure fun yang sayangnya sering dirusak orang lain.
Jadi, masih mau coba? Atau mending main single-player RPG aja? Your call, trainer.




