Bingung milih antara Project Sekai sama Bandori? Sama. Dua-duanya jadi top tier rhythm game di Android, tapi vibe-nya beda banget. Satu kubu Vocaloid hardcore, satunya lagi anime girl band aesthetic yang lebih chill. Gw coba deep dive ke dua-duanya buat lo yang lagi galau mau invest waktu (dan dompet) ke mana.
First Impression: Vibe Check Awal
Project Sekai itu langsung nendang dengan visual novel style-nya yang rada dark. Storyline tentang Hatsune Miku yang “hilang” dan konsep “Sekai” berdasarkan emosi. Karakternya lebih complex, ada yang dealing dengan anxiety, identity crisis, you name it. Bikin lo ngerasa ini bukan cuma “tap-tap music game” biasa.
Meanwhile, Bandori (BanG Dream! Girls Band Party) itu pure energy positif. Kisah 5 band dengan personality masing-masing. Lo bakal dapet feelingnya kayak nonton anime slice-of-life yang upbeat. Opening-nya aja udah ngasih tau: ini game tentang persahabatan, mimpi, dan rock n’ roll.

Gameplay Mechanics: Tap, Hold, Flick & Scratch
Kedua game pake sistem 7-lane yang familiar buat veteran rhythm game. Tapi feel-nya beda tipis tapi bikin ngebedain skill ceiling.
Project Sekai: Precision is King
Sekai punya timing window yang lebih strict di level Master. Perfect note-nya punya sub-kategori: Perfect, Great, Good. Buat yang hunting Full Combo (FC) atau All Perfect (AP), ini neraka tapi satisfying. Input lag-nya minimal di device flagship, tapi di mid-range kadang ada micro-delay yang bikin frustating.
Fitur unggulannya: Skill Master yang bisa auto-activate pas certain combo. Berguna buat push high score tapi bikin lo agak bergantung kalau udah terbiasa.
- Lane speed: Bisa di-adjust super granular (1-10 dengan desimal)
- Note size: Customizable, penting buat visual clarity
- 3DMV: Bisa dimatiin buat performance, sangat recommended di device low-end
Bandori: The Classic Feel
Bandori punya timing window yang lebih forgiving. Perfect hitbox-nya lebih luas, jadi lebih ramah buat pemula. Tapi jangan salah, difficulty 27+ di Expert/Challenge mode tetep bisa nge-break fingger lo. Yang gw suka: visual feedback-nya lebih jelas. Setiap tap ada particle effect yang nggak ganggu tapi ngasih tau “lo nge-hit itu note bener”.
Sistem Live Boost di Bandori juga lebih fair. 10 flame yang recharge 30 menit per flame vs Sekai yang 5 energy per play. Nge-grind event di Bandori terasa lebih sustainable buat F2P.

Lagu & Koleksi: Vocaloid vs Anime Cover
Ini poin paling decisive. Music library-nya literally define audience masing-masing game.
Project Sekai: For The Vocaloid Purist
Lebih dari 100+ lagu Vocaloid dari producer legendaris: Deco*27, Wowaka, Mitchie M, HikaruP. Lo bakal nemu World is Mine, Rolling Girl, Tell Your World dalam format 3DMV yang epic. Plus original song dari unit-unit dalam game (Leo/need, MORE MORE JUMP!, etc) yang semuanya banger.
Yang gw agak kurang suka: frequency update lagu baru lebih lambat. Rata-rata 2-3 minggu sekali, dan kadang lagu-lagu yang keluar itu… niche banget. Kalo lo bukan hardcore Vocaloid fan, bisa ngerasa “meh”.
Bandori: Anime & J-Pop Heaven
Bandori punya 200+ lagu yang terbagi jadi dua kategori besar: original band song dan cover anime/J-pop. Lo bisa mainin Gurenge, Kaikai Kitan, atau lagu Aqours dengan arrangement band. Ini goldmine buat wibu mainstream.
Update-nya lebih agresif: tiap minggu pasti ada minimal 2-3 lagu baru. Event cycling-nya juga lebih cepat, jadi meta-game-nya lebih dynamic. Tapi kualitas cover-nya kadang hit-or-miss. Ada yang better than original, ada yang… let’s just say “interesting interpretation”.
Gacha & Monetization: Siapa Lebih F2P Friendly?
Let’s be real, ini rhythm game, tapi gacha-nya tetep ada dan bisa toxic.
Project Sekai: Rate & Pity System
Rate 4-star di Sekai: 3% (0.7% untuk rate-up). Pity system di 100 pull dengan guarantee rate-up character di 200 pull. Itu artinya lo butuh minimum 60.000 crystals buap guarantee satu karakter. Sebagai F2P, lo dapet sekitar 15.000-20.000 crystals per bulan kalau grind semua content.
Good news: meta-nya tidak pay-to-win. Character skill cuma nambah score, nggak lock gameplay feature. Lo tetep bisa AP semua lagu dengan team 3-star. Bad news: cosmetic card-nya too good to resist. Live2D animation di card 4-star itu… wallet killer.
Bandori: The Veteran System
Rate 4-star di Bandori: 3% (1% untuk rate-up). Pity di 100 pull tapi nggak guarantee rate-up. Ini lebih brutal. Tapi Bandori punya Ticket Gacha yang bisa lo kumpulin dari event. Tiap event ngasih 2-3 gacha ticket, yang artinya extra pull gratis.
Stamina refil juga lebih murah: 50 stars buat refill penuh vs Sekai yang 100 crystals. Buat whale, Bandori lebih murah buat nge-push ranking event. Buat F2P, grind-nya lebih fair karena event reward-nya lebih generous.
Bottom line: Keduanya F2P playable, tapi Sekai lebih murah hati sama currency. Bandori lebih murah hati sama stamina dan event reward.
Grafis & Presentation: 2D vs 3D
Sekai punya 3DMV yang bisa lo mainin sebagai background. Karakternya jalan, nari, interaksi di stage. Di device flagship (Snap 8 Gen 2 ke atas), ini eye-candy banget. Tapi di mid-range, frame drop-nya bisa nge-ruin run lo. Gw selalu matiin buat serious play.
Bandori stick dengan Live2D yang lebih ringan dan consistent. Karakternya tetep expressive tanpa makan resource gila. Performance-nya stabil di hampir semua device Android keluaran 2019 ke atas. Trade-off-nya: visual spectacle-nya kurang dibanding 3DMV Sekai.
Komunitas & Event: Competitive vs Casual
Komunitas Sekai lebih… intense. Discord server penuh dengan theorycrafting optimal team composition, frame data analysis, dan AP/FC leaderboard. Event-nya competitive banget. Top 100 ranking butuh grind 8-10 jam per hari. Mental.
Bandori komunitasnya lebih chill. Event-nya masih competitive tapi top tier reward-nya reachable dengan 2-3 jam grind per hari. Plus, ada Co-op Live di mana lo bisa main bareng 4 player real-time. Ini game-changer buat social experience. Main sama temen sambil voice chat itu vibe yang beda.
Pro & Cons Quick Fire
Project Sekai
- + Lagu Vocaloid original & 3DMV epic
- + Timing window strict (challenge accepted)
- + Currency F2P lebih generous
- – Lag di device mid-low end
- – Update lagu lebih jarang
- – Komunitas elitist vibes
Bandori
- + Lagu cover anime/J-pop lengkap
- + Co-op multiplayer real-time
- + Performance stabil di semua device
- + Event cycling cepat & reward banyak
- – Gacha system lebih brutal (no guarantee rate-up)
- – Cover quality inconsistent
Final Verdict: Pilih Sesuai Gaya Lo
Kalo lo hardcore rhythm gamer yang suka challenge extreme, Vocaloid fanboy, dan punya device flagship: Project Sekai adalah jamuan. Precision gameplay-nya dan lagu-lagu iconic-nya bakal keep lo engaged for months.
Tapi kalo lo lebih ke casual player yang suka anime covers, mau main bareng temen, dan butuh game yang ringan di device: Bandori adalah pilihan no-brainer. Co-op feature-nya alone worth it.
Pro tip: Mainin dua-duanya. Sekai buat serious solo grind, Bandori buat chill co-op sama temen. Dompet lo mungkin nangis, tapi fingger lo bakal seneng.
Gw sendiri? Sekai di weekday buat push rank, Bandori di weekend buat maen bareng squad. Balance is key, gamers.



