Bayangin lagi malem-malem lo main game horor multiplayer, lampu dimatiin, terus tiba-tiba ada yang nangkepin lo dari arah yang nggak disangka. Serem? Pasti. Tapi lebih seru lagi kalo lo bisa nge-share momen panik itu sama temen. Nah, di dunia mobile gaming, dua raja horor asymmetrical multiplayer yang paling sering dibandingin adalah Identity V sama Dead by Daylight Mobile. Dua-duanya punya vibe survival horror yang kuat, tapi pengalaman mainnya beda tipis.

Sebagai gamer yang udah ngeluarin ratusan jam di kedua game ini, gue bakal spill semuanya. Dari mekanik, grafis, monetisasi, sampai seberapa “fair” game ini buat pemain gratis. Tanpa basa-basi lagi, ini review lengkap gue.

First Impression & Vibe: Tim Burton vs Slasher Hollywood

Kalo lo pertama kali buka Identity V, yang langsung nge-hit adalah estetikanya yang gothic banget. Karakternya mirip figur-figur Tim Burton dengan proporsi badan yang nggak wajar. Map-nya juga terasa kayak dunia dongeng gelap. Beda halnya sama Dead by Daylight Mobile yang lebih “realistis” dalam artian slasher film klasik kayak Scream atau Halloween. Darahnya merah, killer-nya menakutkan, dan atmosfernya lebih gritty.

Dari segi performa, Identity V terasa lebih “ringan” di mid-range phone. DBD Mobile butuh spek lebih tinggi buat dapetin frame rate stabil, apalagi kalo map-nya penuh detail. Tapi DBD Mobile punya keunggulan audio yang lebih imersif—suara detak jantung survivor ketika ada killer deket itu beneran bikin tegang.

Gameplay Mechanic: 4v1 Asymmetrical, Tapi Beda Rasa

Inti kedua game sama: satu pemain jadi killer, empat pemain jadi survivor yang harus repair generator (DBD) atau cipher machine (Identity V) buat kabur. Tapi ada beberapa perbedaan krusial yang bikin pengalaman beda jauh.

Identity V: Skill-Based & Unpredictable

Di Identity V, setiap survivor dan hunter punya skill unik yang bisa diganti-ganti lewat sistem Persona Web. Ini kayak talent tree yang bisa lo custom. Misalnya, lo bisa bikin survivor yang fokus decoding cepet, atau survivor yang jago kiting hunter. Hunter juga bisa dipoles jadi lebih cepet atau punya crowd control lebih kuat.

Baca:  Review Blood Strike: Solusi Battle Royale Ringan Untuk Hp Kentang, Mirip Warzone?

Mechanic kiting-nya juga lebih “arcade”. Ada pallet buat jatuhin, window buat lompat, dan hunter bisa di-stun kalo kenapa. Tapi yang bikin unik adalah presence system—seiring match berjalan, hunter bakal unlock skill tambahan yang lebih deadly. Jadi late game jadi lebih intense.

  • Keunggulan: Skill ceiling tinggi, customisasi dalam, meta yang terus berganti.
  • Kekurangan: Learning curve curam banget buat newbie. Hunter yang OP di meta bisa bikin survivor frustasi.

Dead by Daylight Mobile: Pure Slasher Experience

DBD Mobile lebih setia sama formula asli dari PC. Setiap killer punya power unik yang nggak bisa di-custom (cuma bisa di-tweak lewat add-ons). Survivor juga punya perk-perk yang bisa di-mix, tapi nggak se-deep Identity V. Fokusnya lebih ke mind game dan looping di sekitar objek map.

Mechanicnya lebih “punishing”. Kalo lo salah langkah, bisa langsung down. Hook system-nya juga lebih brutal—kalo lo ketangkep tiga kali, langsung mati permanen. Nggak ada second chance mechanic kayak di Identity V (yang punya item self-heal atau tide turner).

  • Keunggulan: Atmosfer horor yang lebih otentik, killer lebih variatif (ada yang dari film franchise loh!), map yang interaktif.
  • Kekurangan: Progression lebih lambat, killer tier list lebih rigid, matchmaking bisa nggak seimbang.

Control & Optimization: Touchscreen Nightmare?

Main game asymmetrical di touchscreen itu tantangan tersendiri. Identity V punya kontrol yang lebih “mobile-friendly”. Tombol-tombolnya besar, responsif, dan ada auto-aim yang cukup reliable buat hunter. Gue bisa main di iPhone 11 tanpa lag sama sekali.

DBD Mobile? Yah, masih ada sedikit jankiness. Tombolnya lebih kecil, kamera terkadang nge-lag pas swipe cepat, dan skill check-nya (yang penting banget buat survivor) sensitif banget. Tapi mereka udah improve banyak sejak launch. Sekarang ada juga kontroler support, yang menurut gue game-changer buat yang serius main.

Pro tip: Kalo main DBD Mobile di phone dengan layar kecil, gue sangat rekomen pake kontroler Bluetooth. Beda dunia. Kalo Identity V, masih playable kok cuma pake jempol.

Monetization Model: Pay-to-Win atau Pay-to-Look-Good?

Ini bagian yang paling sensitif. Identity V punya sistem gacha yang cukup agresif. Skin-skin keren dan karakter baru (terutama hunter) sering masuk ke essences yang harus lo buka pake inspiration (premium currency). Tapi untungnya, karakter dan skill-nya tetap bisa di-grind tanpa bayar. Lo cuma butuh waktu lebih lama buat unlock.

Baca:  Review Football Manager 2025 Mobile: Fitur Baru Dan Perbedaan Dengan Versi Pc

Yang jadi masalah adalah meta shifts. Kadang NetEase rilis hunter yang broken di patch baru, yang bikin survivor pay-to-lose kalo nggak punya karakter atau persona yang tepat. Tapi biasanya di-patch lagi dalam beberapa minggu.

DBD Mobile lebih fair dalam hal ini. Semua killer dan survivor bisa dibeli pake Shards (currency dari grinding) atau Auric Cells (premium). Nggak ada gacha buat karakter. Skin? Ya itu cuma kosmetik. Tapi grinding-nya lebih lambat. Sekali match dapet sekitar 300-500 Bloodpoints, sedangkan karakter baru butuh 9.000 Shards. Do the math.

AspekIdentity VDBD Mobile
Character UnlockGrindable + GachaGrindable/Premium
CosmeticsGacha-heavyDirect purchase
Pay-to-Win LevelLow-MediumVery Low
Grind SpeedMediumSlow

Community & Competitive Scene

Community Identity V di Asia (termasuk Indonesia) jauh lebih aktif. Discord server lokal pada rame, ada turnamen amatir mingguan, dan streamer lokal banyak yang fokus di sini. Ranked mode-nya juga lebih sering reset, jadi ada alasan terus buat climb.

DBD Mobile community-nya lebih kecil tapi lebih hardcore. Lo bakal banyak ketemu pemain yang main dari PC dan pindah ke mobile. Tapi matchmaking queue-nya bisa lebih lama, apalagi kalo lo main di rank tinggi. Nggak se-instant Identity V yang selalu ada match dalam 30 detik.

Longevity & Content Update

Identity V update-nya sangat frequent. Tiap bulan ada event baru, kolaborasi (pernah sama Death Note dan Persona 5), dan balance patch. Ini bikin game tetap fresh, tapi kadang overwhelming bukannya yang casual.

DBD Mobile update-nya mengikuti PC version, tapi delay beberapa minggu. Konten baru masih solid—killer baru dari franchise horror klasik kayak Resident Evil atau Silent Hill itu beneran nge-hype. Tapi event-nya lebih jarang dan biasanya cuma reskin dari event PC.

Verdict: Mana yang Harus Lo Mainin?

Jujur, ini tergantung sama preferensi lo:

  • Pilih Identity V kalo: Lo suka anime aesthetic, customisasi dalam, community yang aktif, dan nggak masalah sama gacha. Cocok buat yang suka high-skill gameplay dan meta yang dinamis.
  • Pilih DBD Mobile kalo: Lo penggemar slasher film, mau pengalaman horor yang otentik, dan lebih suka sistem monetisasi yang transparan. Cocok buat yang punya spek phone tinggi dan sabar grinding.

Gue pribadi main dua-duanya tapi fokus di Identity V karena temen-temen gue pada main situ. Tapi kalo lagi pengen ngerasain jadi Michael Myers ngejar survivor, DBD Mobile adalah pilihan yang tepat.

Yang penting, dua-duanya free-to-play jadi lo bisa coba sendiri tanpa rugi apa-apa. Download, mainin 10-20 match, baru deh lo bisa ngerasain mana yang lebih “klik” sama gaya main lo. Selamat bermain dan jangan lupa atur lampu kamar biar lebih serem!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Honor Of Kings Vs Mobile Legends: Mana Gameplay Yang Lebih Kompetitif Dan Fair?

Capek banget tiap mau push rank malah ketemu teammate yang… ya kamu…

Review Blood Strike: Solusi Battle Royale Ringan Untuk Hp Kentang, Mirip Warzone?

HP kentang lagi? Mau main battle royale tapi tiap buka Warzone mobile…

Review Football Manager 2025 Mobile: Fitur Baru Dan Perbedaan Dengan Versi Pc

Bayangin lo lagi di angkot, bosan setengah mati, terus pengen ngecek transfer…

Pokemon Unite Review: Moba Paling Santai Atau Justru Frustasi Karena Teman Satu Tim?

Pernah ngerasain pengen main MOBA tapi males ngadepin chat toxic dan match…