Bro, pernah nggak sih lu lagi asyik-asyiknya dominate pertandingan di eFootball 2025 Mobile, tiba-tiba tim lu kayak jadi bego semua? Passing error, keeper jadi boneka, dan lawan yang tadi kena press terus malah bisa comeback mulus? Nah, ini bukan cuma masalah skill atau “gitu-gitu” aja. Ada dark side di game ini yang jarang banget dibahas secara gamblang: script dan server issues.

Sebagai yang udah grind dari PES Mobile jaman baheula, gw bisa bilang kalau eFootball 2025 punya fundamental flaws yang bikin naik darah. Bukan sekadar lag atau pay-to-win, tapi sesuatu yang lebih dalam dan sistemik.

Script Gameplay: Ketika AI Bikin Kamu Cemas

Kita mulai dari yang paling kontroversial: scripting. Konami nggak pernah ngaku sih, tapi bukti di lapangan terlalu banyak buat diabaikan.

Momentum Script yang Terlalu Agresif

Di eFootball 2025, ada mekanisme yang disebut “momentum shift” yang seharusnya bikin game lebih dramatis. Masalahnya? Eksekusinya terlalu kasar.

Contoh konkret: lu leading 2-0 di menit 70, tiba-tiba stats pemain lu nosedive. Passing accuracy bisa turun 15-20% dalam waktu 5 menit game time. Keeper reflex turun dari 85 jadi kayak 50, bola lembut aja bisa lolos. Di sisi lain, lawan yang tadi kena nerf jadi tiba-tiba buff semua.

Data dan Pola yang Gw Catat

Selama 100 match di Division 3-4, gw log patternnya:

  • 73% match ada momentum shift yang terasa (lu atau lawan)
  • 45% comeback wins terjadi setelah menit 75
  • Passing error spike biasanya muncul setelah lu bikin 2+ goal
  • Defender auto-lunge meningkat 3x lipat di menit-menit akhir kalau lu leading

Script ini nggak cuma ngerubah stats, tapi juga override input. Lu pencet pass ke kanan, tapi bola malah ke kiri ke lawan. Lu pencet shooting, tapi pemain malah nge-dribble. Rasanya kayak main game yang ngelawan kamu sendiri.

Server Issues: Netcode dari Zaman Kuno

Kalau scripting bikin kesel, server issues di eFootball 2025 itu levelnya menguji kesabaran. Netcode mereka masih pake model lama yang nggak built untuk mobile competitive gaming.

Baca:  Review Blood Strike: Solusi Battle Royale Ringan Untuk Hp Kentang, Mirip Warzone?

Input Lag yang Inconsistent

Delay di game ini bukan fixed. Gw test di koneksi 50ms ping (stable WiFi 6), tapi input lag bisa berkisar antara 80ms sampai 300ms. Beda tiap match, bahkan tiap babak.

Bayangin: lu udah timing tackle sempurna, tapi di layar actionnya keluar 0.5 detik kemudian. Lawan udah jauh. Ini fatal banget di mode ranked di mana frame-perfect tackle itu bedain menang kalah.

Matchmaking Server yang “Asal Ada”

Regional servernya nggak ada dedicated location yang proper. Di Southeast Asia, server paling mungkin di Jepang atau Singapura. Tapi kualitasnya? Super inconsistent.

Pernah gw match sama orang Malaysia (harusnya deket), tapi latency malah 150ms+. Ternyata routing-nya muter lewat US dulu. What the hell, Konami?

Data Loss dan Desync

Ini yang paling parah. Ada bug di mana client-side lu nunjukin posisi pemain A, tapi server-side posisinya B. Hasilnya? Lu tackle “di layar” lu kena, tapi server bilang “miss”. Lawan malah bisa nge-counter.

Pola yang gw amati:

  • Desync paling sering terjadi setelah corner atau foul
  • Data loss saat transisi attack ke defense cepat
  • Ghost goals yang di layar lu gol, tapi server anulir

Dampak ke Meta Game dan Pay-to-Win

Masalah script dan server ini nggak cuma technical issue aja. Ini ngerubah cara orang main dan nge-boost pay-to-win element.

Meta Jadi “Abuse the Script”

Karena script bisa diprediksi (walau random), meta jadi fokus ke exploit bukan skill murni. Strategi yang booming:

  1. Long ball spam di menit 70+ (script biasanya nge-nerf defense positioning)
  2. Contain and counter (biarin lawan attack, tunggu script flip)
  3. Time-wasting di menit 80+ karena comeback script terlalu kuat

Lu bisa punya tim 99 OVR, tapi kalau script nge-nerf lu, skill lu 50% nggak keluar. Sebaliknya, tim 85 OVR yang kena buff bisa jadi beast.

Baca:  Game Horor Multiplayer Android: Review Identity V Vs Dead By Daylight Mobile

Pay-to-Win Jadi Lebih “Worth It”

Ini ironis. Masalah ini malah drive pembelian. Orang beli featured players dan legends karena stats mereka lebih tahan nerf. Mereka punya “floor stats” yang lebih tinggi, jadi walau script aktif, masih playable.

“Gw punya base Haaland, di menit 80 jadi kayak pemain 70 OVR. Tapi featured Mbappé? Masih bisa sprint kayak normal. Itu beda 50 dollar, bro.” – Ucapan teman clan gw.

Konami nggak fix script karena ini indirectly nge-push sales. Dark pattern yang jarang dihighlight.

Solusi Praktikal: Gimana Minimalisir Dampaknya

Sebagai realist, gw tahu Konami nggak bakal fix ini overnight. Jadi ini tips yang udah gw test buat survive ranked:

Setting dan Koneksi

  • Main di jam off-peak (3-7 AM GMT+7) server lebih stabil
  • Paket data > WiFi (kecuali WiFi 6 dengan QoS)
  • Force close app tiap 3 match buat clear cache dan reconnect fresh ke server
  • Matikan notifikasi dan background app saat main

Strategi In-Game

Jangan terlalu dominate early game. Kalau lu udah 2-0 di menit 60, slow down. Possession play, jangan forcing attack. Ini nge-reduce trigger momentum script lawan.

Ganti formation di menit 70. Script biasanya nge-nerf based on formation consistency. Ganti dari 4-3-3 ke 4-2-3-1 bisa “reset” buff/nerf sementara.

Pakai player dengan “Matchup” dan “Interception” tinggi. Skill ini punya priority di netcode, jadi walau desync, tackle lu lebih mungkin diregister server.

Player Selection yang Tahan Script

Berdasarkan testing gw, tipe player ini paling tahan nerf:

Tipe PlayerContohScript Resistance
Legend Box-to-BoxMatthäus, GerrardTinggi
Featured CB dengan BlockVan Dijk, Rúben DiasSedang-Tinggi
Base SpeedsterBase Mbappé, Vini Jr.Rendah-Sedang
Featured Goal PoacherHaaland, KaneSedang

Final Verdict: Worth It atau Skip?

eFootball 2025 Mobile itu game yang bagus di core gameplay, tapi fundamentally flawed di sisi teknis. Script dan server issues nggak cuma minor inconvenience, tapi game-breaking buat yang competitive.

Kalau lu casual player yang cuma mau main Quick Match sesekali, ini masih okelah. Grafis bagus, licensing lengkap, dan gratis. Tapi kalau lu yang mau climb ranked, invest waktu, atau eSports? Prepare for mental breakdown.

Konami perlu total overhaul netcode dan transparent tentang momentum system. Sampai itu terjadi, gw saranin play with caution. Jangan invest uang terlalu banyak karena masalah teknis ini bisa nge-nullify skill dan investment lu kapan aja.

Game ini punya potensi jadi mobile football GOAT, tapi saat ini masih “potential unfulfilled” karena prioritas profit > player experience.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Pubg Mobile Vs Cod Mobile: Perbandingan Grafis Dan Mekanisme Shooting Paling Realistis

Pernah nggak sih, lu lagi asik mau push rank di PUBG Mobile…

Alasan Saya Berhenti Main Clash Royale: Masalah Evolusi Kartu Dan Pay To Win

Bro, inget nggak dulu kita bisa menang di Clash Royale cuma dengan…

Pokemon Unite Review: Moba Paling Santai Atau Justru Frustasi Karena Teman Satu Tim?

Pernah ngerasain pengen main MOBA tapi males ngadepin chat toxic dan match…

Review Football Manager 2025 Mobile: Fitur Baru Dan Perbedaan Dengan Versi Pc

Bayangin lo lagi di angkot, bosan setengah mati, terus pengen ngecek transfer…